Sabtu, 01 Juni 2013

Problem Based Learning



Problem Based Learning (PBL)

Ada beberapa definisi dan intepretasi terhadap Problem Based Learning (PBL). Salahsatunya menurut Duch (1995):

Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. Simulasi masalah digunakan untuk mengaktifkan keingintahuan siswa sebelum mulai mempelajari suatu subyek. PBL menyiapkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mampu untuk mendapatkan dan menggunakan secara tepat sumber-sumber pembelajaran.

Sejarah PBL

Program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh Faculty of Health Sciences of McMaster University di Kanada pada tahun 1966. Yang menjadi ciri khas dari pelaksanaan PBL di mcmaster adalah filosofi pendidikan yang berorientasi pada masyarakat, terfokus pada manusia, melalui pendekatan antar cabang ilmu pengetahuan dan belajar berdasar masalah.

Kemudian pada tahun 1976, Maastricht Faculty of Medicine di Belanda menyusul sebagai institusi pendidikan kedokteran kedua yang mengadopsi PBL. Kekhasan pelaksanaan PBL di Maastrich terletak pada konsep tes kemajuan (progress test) dan pengenalan keterampilan medik sejak awal dimulainya program pendidikan. Dalam perkembangannya, PBL telah diadopsi baik secara keseluruhan atau sebagian oleh banyak fakultas kedokteran di dunia.


Motivasi menggunakan PBL
Dalam pendidikan kedokteran konvensional, mahasiswa lebih banyak menerima pengetahuan dari perkuliahan dan literatur yang diberikan oleh dosen. Mereka diharuskan mempelajari beragam cabang ilmu kedokteran dan menghapal begitu banyak informasi. Setelah lulus dan menjadi dokter, mereka dihadapkan pada banyak masalah yang tidak dapat diselesaikan hanya dari pengetahuan yang mereka dapat selama kuliah. Sistem pendidikan kedokteran konvensional cenderung membentuk mahasiswa sebagai pembelajar pasif. Mahasiswa tidak dibiasakan berpikir kritis dalam mengidentifikasi masalah, serta aktif dalam mencari cara penyelesainnya.
Prinsip-prinsip PBL

Dalam PBL, siswa dituntut bertanggungjawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru. PBL membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka jalani. Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator atau tutor yang memandu siswa menjalani proses pendidikan. Ketika siswa menjadi lebih cakap dalam menjalani proses belajar PBL, tutor akan berkurang keaktifannya.
Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada di dunia nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat, sehingga nantinya dapat selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif.

Proses dalam PBL

Siswa dihadapkan pada masalah dan mencoba untuk menyelesaikan dengan bekal pengetahuan yang mereka miliki. Pertama-tama mereka mengidentifikasi apa yang harus dipelajari untuk memahami lebih baik permasalahan dan bagaimana cara memecahkannya.
Langkah selanjutnya, siswa mulai mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan, informasi online atau bertanya pada pakar yang sesuai dengan bidangnya. Melalui cara ini, belajar dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan gaya tiap individu.
Setelah mendapatkan informasi, mereka kembali pada masalah dan mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari untuk lebih memahami dan menyelesaikannya.
Di akhir proses, siswa melakukan penilaian terhadap dirinya dan memberi kritik mambangun bagi kolega.


Neuro-Linguistic Programming

About NLP

What is NLP? Apa itu NLP?NLP atau Neuro-Linguistic Programming adalah teknologi yang mempelajari struktur internal seseorang dan bagaimana struktur tersebut bisa didesain untuk tujuan yang bermanfaat bagi orang tersebut. Dalam NLP, setiap perilaku mempunyai struktur internal yang mendukungnya.
Seperti ungkapan Dr.Richard Bandler (co-creator NLP), mendesain struktur internal seseorang, layaknya mendesain sebuah ruangan. Kita bisa memilih apa yang ingin kita letakan di situ, kita bisa merubah letak, visual, suara, pengalaman, bau, rasa, di ruangan tersebut. Menggunakan representasi kelima indera kita, struktur internal seseorang dibangun.
Oleh sebab itu, sebuah proses perubahan di NLP adalah proses mendesain atau mendesain kembali struktur internal seseorang, sesuai yang diinginkan. Di NLP, hal ini disebut sebagai modeling. Yangmana artinya adalah seseorang dengan model internal yang tidak bermanfaat atau tidak sesuai keinginannya memodel atau mencontoh model internal yang sesuai yang diinginkannya.
NLP sering disebut sebagai teknologi yang mempelajari operasional dunia secara subyektif, karena dunia internal seseoranglah yang kemudian mempengaruhi pengalamannya di dunia eksternal. Jadi prinsip sederhananya adalah bagaimana mendesain secara subyektif dunia internal seseorang, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan di dunia eksternal.
Neuro sederhananya adalah cara berpikir. Cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memproses informasi, cara memproduksi tindakan, dan lain-lain. Dalam ‘neuro’ terdapat berbagai hal yang menjadi referensi kita berpikir dan bertindak, yang disebut Peta Realita dan Model Dunia.  Keduanya berdasarkan apa yang pernah kita pelajari dan ketahui sepanjang hidup, karena itu bersifat subyektif.  Dengan merubah cara berpikir atau cara kita memproses informasi, memperluas peta realita, memperkaya model dunia, kita pun merubah perilaku dan merubah hasil kita.
Linguistic adalah bahasa.  Cara memproses bahasa yang kita inderakan, dan bahasa yang kita pakai baik secara internal (inner talk) atau eksternal (berbicara).  Bahasa mempengaruhi pikiran, dan bahasa dipengaruhi cara berpikir.  Merubah cara kita memproses bahasa dan berbahasa, kita pun merubah tindakan kita, dan merubah pula hasil kita.
Programming adalah berbagai program atau strategi kita dalam berpikir dan berperilaku.  Ini adalah tahapan-tahapan kita dalam berpikir dan bertindak.  Ada strategi yang efektif ada yang tidak. Perubahan hasil sangat tergantung dari program atau strategi kita. Rubah strategi, rubah hasil.
NLP singkatnya adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan.  Dalam NLP terdapat berbagai konsep, teknik, dan tools untuk itu.
Berbagai Prinsip dan Teknik NLP
MODELING
NLP adalah teknologi modeling. Dimana apabila seseorang bisa melakukan sesuatu, dan kita bisa mencacah strategi mentalnya, kita bisa mengikuti strategi yang sama untuk mencapai hasil yang sama di konteks kita.
NLP dipenuhi oleh berbagai prinsip dan teknik sukses, yang dimodel dari berbagai orang-orang sukses dari berbagai bidang atau konteks. Semuanya diformulasikan dalam presuposisi NLP dan teknik-teknik NLP. Mempelajari NLP juga berarti kita mempelajari cara memodel sukses yang kita inginkan atau mempermudah kita untuk mendapatkan model sukses yang kita inginkan.
RAPPORT
Rapport adalah salah satu prinsip dan teknik komunikasi dan membangun hubungan yang paling populer di dunia. Dan Rapport menyangkut hubungan dengan diri sendiri maupun orang lain.
Rapport dibangun dengan prinsip pacing-leading dan matching-mirroring. Prinsip pacing berarti menyamakan atau menyesuaikan. Pemahaman praktisnya adalah 'menyamakan frekuensi'. Dengan penyamaan ini, tahap berikutnya, yakni 'leading' bisa dilakukan.
Tahap pacing bisa dilakukan dengan prinsip matching-mirroring. Prinsip ini dijalankan dengan melakukan berbagai penyesuaian dalam posisi tubuh, gerak-gerik, verbal, mimik, dll.
ANCHOR
Perilaku manusia mengikui pola stimulus-respon, dimana perilaku manusia dipicu oleh stimulan tertentu. Di NLP ini dipelajari melalui struktur internal, yakni apa yang mengawali sebuah perilaku, misalnya apa yang dilihat, didengar, dialami, dll.
Pemicu yang telah terbentuk untuk sebuah perilaku secara berulang atau yang menjadi habit (entah dianggap baik atau buruk - dalam bahasa NLP: bermanfaat atau tidak), disebut sebagai Anchor. Misalnya secara habit, dengan melihat sesuatu seseorang menjadi takut. Atau dengan mendengar sesuatu, seseorang menjadi percaya diri.
Anchor tercipta bisa secara tidak disadari, bisa juga dikreasikan secara sengaja. Anchor dikenali, dievaluasi, diruntuhkan, atau diciptakan, menggunakan kelima indera, sebagai komponen internal strukturnya.
SISTEM REPRESENTASIONAL
Manusia menangkap informasi dari dunia eksternal melalui kelima indera - visual (penglihatan), auditory (pendengaran), kinesthetic (perasa), olfactory (penciuman) dan gustatory (pengecap). Dan untuk bisa menimbulkan pemahaman terhadap dunia luar tersebut, seseorang perlu mempunyai representasi dunia luar tersebut di dalam pikirannya. Ia entah harus punya sebuah bentuk visual yang bisa dipahami atau bisa disimpulkan sebagai apa, bentuk kata-kata yang punya makna tertentu, dll.
Bagaimana pikiran kita membuat perwakilan dunia luar ini disebut Sistem Representasional. Perwakilan di dalam dunia internal manusia ini juga menggunakan kelima indera. Jadi ada seseorang yang dilihat di dunia luar, lalu ada bentuk orang tersebut di dunia internal. Atau ada seseorang di dunia luar, lalu ada persepsi mengenai orang tersebut di pikiran kita.
Berbagai perilaku dan perasaan manusia terhadap sesuatu atau seseorang, dipengaruhi bagaimana kita merepresentasikan sesuatu atau seseorang di pikiran kita. Berarti, apabila kita merubah representasi kita terhadap sesuatu atau seseorang, sikap kita pun berubah.
SUBMODALITY
Setiap representasi mempunyai detil dan spesifik yang bisa dikenali dan dikelola. Visual misalnya mempunyai bentuk, warna, jarak, ketajaman gambar, dimensi (2D atau 3D), ukuran (besar/kecil), dll. Atau suara misalnya mempunyai tempo (cepat/lambat), jarak (jauh/dekat), stereo/mono, dll. Perasaan misalnya punya letak, panas/dingin, keras/lembut, dll.
Spesifik atau detil dari representasi tersebut disebut sebagai Submodality. Di NLP, dipelajari bagaimana merubah submodality sebuah pengalaman. Misalnya rasa takut, mempunyai visual yang bisa dievaluasi bentuknya, ukurannya, warna, kejelasan gambar, dll. Dan untuk mempengaruhi rasa takut, submodality-nya bisa diubah. Misalnya ketajaman gambarnya dikurangi, ukurannya diperkecil, jarak dijauhkan, dll.
STRATEGI
Perilaku manusia, dihasilkan oleh struktur berupa tahapan atau sekuens beberapa representasi. Struktur ini disebut sebagai strategi.
Urutan-urutan representasi dalam pikiran manusia, untuk menghasilkan sebuah perilaku tertentu, bisa dievaluasi, menggunakan sistem representasi. Misalnya, seseorang yang berani mengutarakan pendapatnya, memulai dengan membayangkan (visual) sesuatu dengan kualitas gambar yang sangat tajam dan terang, lalu ia berkata-kata (auditory) di dalam kepalanya "Saya pasti bisa", lalu ia memegang dadanya (kinesthetic), dan perasaan beraninya timbul.
NLP adalah mengenai bagaimana mendapatkan berbagai model internal yang bermanfaat, dan menginstallnya ke orang yang membutuhkan dan menginginkannya.
PRESUPPOSITIONS OF NLP
Sepertihalnya berbagai ilmu dan teknologi, NLP pun punya dasar atau landasan berpikir dan bertindak. Dasar atau landasan ini disebut Presuppositions of NLP.
Presuppositions digali, didapatkan dan dirumuskan berdasarkan model-model bermanfaat di berbagai konteks. Presuppositions ini tidak perlu dipertanyakan kebenarannya, hanya diadaptasi dan dihidupi, dan dilihat, dirasakan manfaatnya secara subyektif.
Presuppositions ini juga yang menjadi landasan berbagai prinsip, teknik, metode di NLP.
TEKNIK-TEKNIK NLP
Di NLP terdapat banyak sekali teknik dan metode perubahan yang bermanfaat. Bahkan berbagai teknik baru hasil modifikasi teknik lama terus diciptakan setiap tahun oleh para pengembang maupun peminat NLP.
Di antara berbagai teknik tersebut, yang populer antara lain.
  • Fast Phobia Cure
  • Swish Pattern
  • Changing Belief
  • Changing Personal History
  • Meta Model
  • Meta Program
  • Reframing
  • Six Steps Reframing
  • New Behavior Generator
  • Parts Negotiation
  • Timeline
  • Disney Strategy
  • Perceptual Positions
  • Neurological Level
  • Dan masih banyak lagi
Ingin mengintip apa saja yang dipelajari dalam program Praktisi NLP berlisensi? Klik di sini!

Sejarah Singkat NLP

http://nlpindonesia.com/yahoo_site_admin/assets/images/2011NLPINDO-bndler.29200914_std.gifhttp://nlpindonesia.com/yahoo_site_admin/assets/images/NLPINDO-pic-Grinder.29201003_std.gifNLP dikreasikan bersama oleh Dr.Richard Bandler dan Prof. John Grinder di tahun 1972.  Saat itu, keduanya memodel dan memetakan struktur berpikir dan perilaku para praktisi perubahan perilaku yang sukses, di antaranya Milton Erickson, sang Bapak Hipnosis Modern, Virginia Satir, terapis handal, dan Fritz Perls, praktisi Gestalt.
Keduanya kemudian lebih lanjut memodel tokoh-tokoh sukses di berbagai bidang, untuk mendapatkan model-model struktur internal yang paling bermanfaat untuk bisa dimodel siapapun.  Semua kualitas cemerlang ini dipetakan ke dalam sebuah konsep yang kemudian dinamakan dengan NLP.
Sejak era 1970-an ini NLP telah dikembangkan dan dimodifikasi oleh berbagai praktisinya, dan aplikasinya meluas di berbagai bidang kehidupan. Dunia kemudian mengenal tokoh NLP seperti Robert Dilts, Steve dan Conirae Andreas, Tad James, dan lain-lain.
Bandler kemudian mengembangkan Design Human Enginerring(DHE), Neuro-Hypnotic Repaterning,   sedangkan Grinder mengembangkan New Code.

Manfaat NLP

NLP telah lulus uji waktu selama kurang lebih 3 dekade, dan saat ini tetap menjadi sebuah teknologi unggulan yang dipergunakan dalam berbagai bidang - bisnis, kepemimpinan, manajemen, komunikasi, pemasaran, penjualan, pengembangan diri individu, olahraga, konseling, terapi, dan lain-lain.  Berikut ini hanya beberapa dari manfaatnya.
  • Hidup lebih bahagia, lebih menikmati hidup, dan berorientasi tujuan yang jelas
  • Mampu mengelola diri dengan lebih baik, termasuk lebih cerdas secara emosional
  • Meningkatkan kinerja di profesi apapun (bisnis, olahraga, entertainment, dll)
  • Mempunyai kemampuan komunikasi, membangun hubungan, dan daya pengaruh lebih tinggi, termasuk dalam konteks pribadi, hubungan pria-wanita, pekerjaan, tim, penjualan, negosiasi, dan lain-lain
  • Mampu mengatasi tantangan emosional dengan lebih cepat dan mudah – seperti trauma, fobia, kegagalan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, dan lain-lain
  • Mempunyai tingkat kreatifitas yang meningkat
  • Mempunyai kehidupan seksual dan hubungan antar pasangan lebih baik
  • Mampu memimpin dan mengelola orang lain dengan lebih baik dan efektif
  • Mampu menyelesaikan masalah dan membuat keputusan lebih cepat dan efektif
  • Mampu membantu/mengarahkan orang lain dalam konteks training/pelatihan, coaching, konseling, terapi, belajar-mengajar, dengan lebih cepat, tepat, dan efektif
  • Dan masih banyak lagi!

LICENSED PRACTITIONER OF NLP

Sebagai pemegang lisensi resmi, NLP INDONESIA menyediakan program yang memberikan lisensi resmi internasional untuk Praktisi NLP. Praktisi dalam teknologi NLP mempunyai dua tingkat, yakni Praktisi dan Master Praktisi. Kedua level ini bisa diperoleh secara resmi melalui NLP INDONESIA, dengan pengesahan langsung oleh Dr.Richard Bandler. Ingin tahu lebih lanjut? Klik di sini!

Q&A atau Tanya Jawab seputar NLP

  • Tanya: Apakah NLP bisa merubah hidup saya? Jawab: yang memastikan perubahan tersebut adalah diri sendiri. NLP hanya menyediakan berbagai prinsip, konsep, teknik, strategi yang bisa membantu setiap orang untuk mencapai kinerja maksimal untuk diri sendiri. Tanggung jawab pencapaian adalah di tangan orangnya.
  • Tanya: Apakah saya sudah harus pernah belajar NLP untuk bisa ikut program Praktisi NLP? Apakah pemula yang mulai dari nol juga bisa? Jawab: semua orang yang ingin belajar NLP boleh ikut mendaftarkan diri dan berpartisipasi di program praktisi. Di dalam program Praktisi, Anda akan tetap belajar dari dasar lagi.
  • Tanya: Apakah NLP sama dengan ilmu-ilmu motivasi yang ada sekarang? Jawab: memotivasi diri adalah salah satu hal yang dipelajari di NLP, bukan satu-satunya. Bedanya juga adalah di NLP, dipelajari struktur internal untuk memotivasi diri, yang berarti seseorang bisa memotivasi diri sendiri. Banyak sekali hal lainnya yang dipelajari di NLP seperti komunikasi, kecerdasan emosional, perubahan belief, strategi berpikir dan bertindak, modeling sukses, dan lain-lain. Dengan belajar dan mengaplikasikan NLP, seseorang dapat memotivasi dirinya sendiri.
  • Tanya: Apakah semua prinsip dan teknik di NLP dijamin akan efektif dan berhasil? Apakah NLP menjamin akan membuat pembelajarnya mencapai semua yang diinginkan? Jawab: Tidak. NLP tidak menjamin itu. Yang menjamin itu adalah orang yang mempelajari dan mengaplikasikan NLP. NLP adalah sebuah media, sumber daya, alat bantu. Orang yang mengaplikasikannyalah yang akan menjamin pencapaian hasil yang diinginkan. Dan di NLP tidak pernah dijanjikan manusia akan mencapai semua yang diinginkan. Akan tetapi dengan mengaplikasikan NLP, seseorang bisa mencapai lebih banyak hal yang diinginkan, lebih sering.
  • Tanya: Apakah bedanya NLP dengan ilmu-ilmu pengembangan diri lainnya? Yang mana yang terbaik? Apa beda NLP dengan psikologi? Jawab: Dalam NLP, semuanya dinilai berdasarkan manfaat di konteks masing-masing. Yang disebut terbaik adalah terbaik di sebuah titik waktu, di sebuah konteks, saat prinsip atau teknik atau alat bantu tersebut diakses dan digunakan. Jadi tidak ada perbandingan lurus dan mutlak untuk semua ilmu pengembangan diri. NLP lebih mengandalkan dan berorientasi pada tujuan atau apa yang diinginkan. Sementara beberapa konsep pengembangan diri mengandalkan pengobatan masa lalu. Lalu di NLP tidak dikenal pengkotakan manusia atau tidak ada konsep kepribadian. Di beberapa konsep pengembangan diri, manusia perlu dibagi ke dalam berbagai jenis kepribadian atau karakter untuk bisa dibantu dengan strategi tertentu. Bahkan di NLP, content atau 'masalah'-nya seringkali tidak diperlukan dalam proses Coaching, misalnya. 
  • Tanya: Apa hubungan NLP dengan Hipnosis? Kenapa di setiap pelatihan NLP seolah harus ada pelajaran Hipnosis? Kalau saya tidak mau belajar Hipnosis apakah saya masih bisa belajar NLP? Jawab: NLP awalnya dikreasikan dengan salah satu modelnya adalah Hipnosis. Salah satu model yang sangat kuat dalam NLP adalah Milton Model, yang merupakan model komunikasi yang diciptakan oleh Milton Erickson, seorang punggawa dunia Hipnosis. Akan tetapi bukan berarti NLP adalah Hipnosis dan bukan berarti semuanya di NLP harus dilakukan dengan Hipnosis. Apabila yang dimaksudkan dengan Hipnosis adalah komunikasi dengan bawah sadar, maka jangankan NLP, kehidupan kita pun setiap saat berhubungan dengan Hipnosis. Pembelajaran di NLP hanyalah memetakan strukturnya, agar bisa dimanfaatkan secara efektif untuk mencapai tujuan tertentu, seperti lebih percaya diri, terbebas dari gangguan emosional tertentu, dan lain-lain. Sedangkan kalau yang dimaksudkan dengan Hipnosis adalah proses melakukan induksi (membuat seseorang masuk ke dalam trance state / rileks), lalu melakukan proses penginstalan sugesti, maka di NLP banyak sekali teknik yang tidak memerlukan itu.
  • Tanya: Apakah menjadi Praktisi NLP berarti saya menentang prinsip agama? Sebab saya pernah mendengar bahwa NLP termasuk dalam gerakan 'New Wave' yang hanya mau mengandalkan diri sendiri dan tidak mengandalkan Tuhan lagi? Jawab: Di NLP dipelajari bagaimana mencapai diri yang gemilang dan mencapai tujuan sesuai yang kita inginkan. Bedakan antara mengandalkan diri sendiri dengan mengabaikan Tuhan. Seseorang yang mengandalkan diri sendiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang diri sendiri pikirkan dan lakukan, justru sedang menghormati Sang Pencipta, dengan memaksimalkan potensi yang telah dikaruniakan.